MEMBANGUN BUMD AIR MINUM YANG TANGGUH MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
Di tengah dinamika penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin kompleks, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor air minum dituntut tidak hanya mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Salah satu pilar utama dalam mewujudkan tata kelola tersebut adalah penerapan manajemen risiko secara efektif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko yang diikuti oleh BUMD yang bergerak di bidang air minum se-Jawa Barat pada tanggal 29-30 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam memahami, mengidentifikasi, menganalisis, serta mengelola berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian tujuan perusahaan.
Manajemen risiko bukan lagi sekadar kewajiban administratif untuk memenuhi regulasi. Lebih dari itu, manajemen risiko merupakan instrumen manajemen yang membantu direksi, dewan pengawas, dan seluruh insan perusahaan dalam mengambil keputusan secara lebih tepat, terukur, dan akuntabel. Setiap kebijakan bisnis maupun operasional selalu mengandung risiko. Oleh karena itu, risiko tidak harus dihindari, tetapi harus dikenali, diukur, dikendalikan, dan dimonitor secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Perumda TWM memperoleh apresiasi dari BPKP karena dinilai selangkah lebih maju dibandingkan BUMD air minum lainnya. Meskipun merupakan PDAM dengan skala yang relatif kecil, Perumda TWM telah menyusun Pedoman Manajemen Risiko dan Risk Register sebagai dasar penerapan manajemen risiko di lingkungan perusahaan.
BPKP juga mendorong Perumda TWM untuk melanjutkan langkah tersebut dengan membentuk Unit Manajemen Risiko serta menanamkan budaya risiko di seluruh jenjang organisasi. Komitmen dan dukungan Direksi menjadi kunci agar manajemen risiko tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan dan aktivitas operasional perusahaan.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah BUMD tidak hanya diukur dari laba yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuannya memberikan pelayanan air minum yang berkelanjutan, berkualitas, dan dapat dipercaya masyarakat. Manajemen risiko menjadi jembatan yang menghubungkan antara kepatuhan, tata kelola, dan peningkatan kinerja perusahaan.